apa ini yang namanya gagal moveon?
Ketika
aku akan melangkahkan kaki untuk berjalan terus, ditengah perjalanan aku
berhenti, dan aku menoleh kebelakang. Menoleh kearah yang seharusnya tak perlu
lagi kulihat, tetapi aku bodoh aku kembali lagi kearah itu dan membalikkan
badanku untuk berjalan kembali kearah yang harusnya tak kutapaki lagi, dan aku
bertemu lagi dengan seorang yang dulu sempat pernah mengisi hati yang kosong
ini, memberiku semangat ditengah aku berputus asa, yang memberiku kekuatan
disaat aku rapuh, dan selalu ada ketika aku membutuhkannya. Aku terlalu sayang
bahkan cinta kepadanya aku belom siap jika harus melupakan segala kenanganku
dengannya “ DULU ” kenangan yang selalu aku simpan rapi didalam memory otakku,
aku enggan menghapusnya atau bahkan membuangnya begitu saja. Setiap jejak
langkahku disitu ada banyak kenanganku dengannya kenangan yang membuatku merasa
rindu akan kehadirannya lagi, kehadiran sosok orang yang bisa membuatku nyaman
membuatku merasa bahagia disaat aku bersamanya.
Berdua
dengannya membuatku merasa tidak ingin menjauh dan aku selalu ingin bersamanya
dimanapun dan kapanpun, aku selalu berusaha melakukan apapun agar dia nyaman
ketika dia berada disampingku dan apapun yang dia minta sekuat hati aku akan
melakukannya agar aku bisa melihat senyum indahnya. Aku selalu berusaha menjadi
yang terbaik untuknnya menjadi sosok pahlawan yang akan memperjuangkannya,
menjadi sosok bodyguard yang akan menjaganya. Aku melakukan itu semua hanya
ingin membuatnya bahagia tak ingin aku melihat tetesan air mata jatuh membasahi
pipinya, aku akan selalu membuatnya ketawa bahagia ketika dia disampingku. Aku
tetap mencintainya walaupun dia pernah membuatku kecewa.
Kecewa
yang membuat hati ini sangat hancur, aku melihatnya dengan orang lain dan mereka
bermesraan betapa sangat sakit hati ini melihat itu semua. Aku berusaha kuat!
Aku berusaha tidak menangis! Aku tetap memberinya senyum terbaikku, aku tetep
menyayanginya! Itulah kebodohanku, mencintai seseorang yang sudah menyakiti
hatiku, membuatku kecewa. Tapi itu tak membuatku menyerah untuk terus
memperjuangkannya karna aku benar-benar sudah menaruh separuh hatiku didalam
hatinya. Didalam doaku namanya tak pernah berhenti kuucapkan, aku ingin aku dan
dia terus bersama walau dalam suka ataupun duka. Hati ini tak pernah bosan
untuk mencintainya. Dan sampai detik ini hati ini masih tak lelah untuk
menunggunya kembali!
Komentar
Posting Komentar