sedikit cerita yang ingin kusampaikan untukmu
Suara alarm pagi mengagetkanku,
membuatku terbangun tapi rasanya mata ini tak ingin membuka berat, semalaman
aku menangis hingga kamarku berantakan tak karuan. I’m broken heart, ya aku dan
pacarku putus. Hubungan kita baru 4 bulan jalan tapi ya gitu kita harus putus
di tengah jalan, sebenarnya aku tak ingin menyudahi ini semua tapi kecewa itu,
sakit itu masih benar-benar membekas hingga aku enggan lagi untuk terus
bersamanya walau sebenarnya aku masih begitu mencintainya. Lelaki ini membuatku
hancur, membuatku dilema, galau apapun itulah. Aku terluka karna dia.
Seharusnya dia dan aku bisa menjalin hubungan yang cukup lama apabila dia tidak
melakukan seperti ini, membuatku kecewa menghancurkan kepercayaanku, entahlah
aku yang terlalu bodoh, terlalu sayang atau apapun aku tak mengerti itu.
Beberapa bulan lalu hubungan kami
sempat renggang karena perbuatan dia yang membuatku cukup kecewa. Beberapa
bulan lalu, aku dikirim oleh sekolahku untuk mengikuti LDKS di Jombang selama 3
hari sebenarnya aku tak ingin ikut acara itu aku bingung karena hari Sabtunya
sekolahku mengadakan pensi, aku ingin melihat bersama pacarku tapi LDKS ini
nggak mungkin datang 2x akhirnya dengan berat hati aku menyetujuinya, aku pergi
ke Jombang. 3 hari di Jombang tidak bertemu pacarku, hanya lewat sms kami
berhubungan membuatku sedikit merasakan rindu, kangen apapun itu. Ingin segera
aku pulang dan memeluknya. 3 hari sudah aku di Jombang dan yeeee akhirnya aku
pulang, ku telepon pacarku aku bilang padanya untuk menjemputku dan ia
mengiyakannya.
Tak lama dia datang, betapa
rindunya aku kepada lelaki yang ada di hadapanku ini. Aku naik ke motornya,
kita kehujanan romantis sekali ini moment yang sangat ku sukai. Dan kami sampai
di rumahku aku memberinya handuk dan membuatkannya teh hangat, aku pergi untuk
mandi. Malamnya aku mengajaknya ke rumah tanteku dan aku meminjam hapenya
kubuka smsnya di kotak keluar ada nama kontak “ my couple:* ” entah itu siapa
pelan ku buka smsnya “ makasih ya nim udah perhatian{} maaf tadi ganurutL ” dan ternyata itu sms untuk temanku, aku kaget,
dadaku sakit, tiba-tiba air mataku netes aku berlari ke kamar adikku dan aku
menangis. Aku keluar kamar dan mengajaknya untuk pulang, sesampai di rumahku
aku sama sekali tidak mengajak ngomong, dia bertanya apapun aku tak menjawabnya,
rasanya kecewa,sakit campur aduk.
Aku tak mengerti mengapa dia
melakukan seperti ini kepadaku, aku salah apa? Apa karena cewek itu lebih dari
segalanya? Kalo benar iya mengapa dia tak bersama cewek itu saja daripada sama
aku?! Dia brengsek! Aku kecewa, aku benci. Rasa kecewaku semakin lama semakin
hilang tapi tetap saja rasa sakit itu tidak pernah hilang, masih membekas.
Tanggal 26 Maret tepatnya hari Rabu aku merayakan hari jadiku yang ke-4 bulan,
sepulang sekolah aku menghampirinya menyuruhnya untuk kerumahku nanti malam dan
iya mengiyakannya. Jam sudah menunjukan pukul 19.15 tapi dia tak kunjung
datang, aku takut jika dia tidak datang, tepat pukul 19.30 dia datang kerumah
dan yeee aku senang.
Aku menyuruhnya masuk dan aku
menyuruhnya menutup matanya, aku berjalan ke kulkas untuk mengambil cokelat
yang sudah kusiapkan untuk memberinya sedikit kejutan kecil. Pelan, aku
menyuruhnya membuka matanya dan 1…2…3 dia membuka matanya dan aku berkata “
Happy Anniversary yaaa ” dan dia diam dengan senyum yang aku tak mengerti itu
senyum apa, entah senyum bahagia atau kurang menyukainya. Dan oke, sekarang aku
memberanikan diriku untuk bertanya satu pertanyaan yang sudah lama ingin
kutanyakan padanya, “ kik? ” panggilku, dan ia menjawab “ iyaa? ”. “ aku mau Tanya
sesuatu boleh? Tapi kamu harus jawab jujur ” , ia mengangguk berarti tanda
setuju. Aku mulai melanjutkan pertanyaanku “ kamu ngaboti aku apa dia? ” dan
dia tetap diam, kuulangi lagi pertanyaanku sampai 3 kali dan akhirnya dia
menjawab “ aku ngaboti kamu tapi aku nggabisa moveon dari dia ” seketika ada
yang aneh entah itu apa, tiba-tiba air mataku menetes, aku memeluk dia sangat
erat dan aku berkata “ aku akan membantumu melupakan dia ” . Sakit? Pasti,
bagaimana tidak orang yang kusayang lebih nyaman dengan temanku sendiri
disbanding aku sedangkan aku ini pacarnya.
Esoknya aku kesekolah dengan mata
yang sembab dan teman-temanku bertanya aku kenapa tapi tetap seperti biasa aku
bilang “aku gapapa kok”, tapi sayangnya teman-temanku tidak sebodoh itu dan yup
akhirnya aku menyerah dan aku menangis. Ku ceritakan semuanya ke temenku tanpa
ada yang terlewatkan, dihiasi dengan buliran air mata yang jatuh aku
menceritakan kejadian yang kualami kemarin, ya meski itu sulit. Tapi
teman-temanku tau aku terlalu lemah buat nyeritain semuanya dan oke aku
berhenti bercerita dan aku menangis entah ini air mata apa yang jatuh, air mata
kesedihan? Sakit? Kecewa? Senang? Aku tak mengerti, yang kuharap saat ini
hanyalah kebebasan tanpa adanya paksaan, kebahagiaan yang tiada duka, aku hanya
ingin melihatnya tertawa walaupun itu semua tidak bersamaku. Ku tulis ceritaku
di buku diary yang selalu menemaniku, hanay dialah yang mengertiku teman yang
selalu ada untukku.
Lambat laun sulit untuk ku
melupakan sosok itu, sosok lelaki yang sulit untuk ku hapus dari memory otakku,
terlalu banyak media diotakku yang berisi tentangnya. Apapun sudah kulakukan,
tapi dia lelaki yang penuh dengan kejutan hehe lelaki yang aku tak pernah tau
maunya apa, lelaki yang membuat semuanya berantakan, lelaki yang sudah
memberiku secercah harapan tapi tiba-tiba menggantinya dengan awan gelap yang
menutupi harapan itu. Aku masih mencintainya walau kini semuanya berakhir. Aku
percaya, semuanya akan baik-baik saja. Terimakasih untuk pelangi yang pernah
ada, untuk hati yang tak pernah lelah berbagi, untuk lelucon yang selalu
membuatku ketawa lepas, untuk mata indah yang selalu membuatku malu ketika
melihatnya, untuk jari jemari yang menggenggamku ketika aku takut, untuk
pelukan yang selalu menghangatkan ketika aku kedinginan.
Untuk
masalalu yang sampai sekarang masih melekat kuat di memory otak yang tak mampu
kuformat
Komentar
Posting Komentar